Bersyukur ke atas Nikmat

Allah SWT berfirman : “Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan” (Ar-Rahman [55]: 13)

Alhamdulillah, maghrib kelmarin ada kuliah agama di surau Abdul Rahman Auf di seksyen 3..kebetulan tu 1st time aku gi surau situ selepas pindah dari seksyen 2..ceramah ustaz malam tu pasal NIKMAT..

Inilah Fakta tentang Nikmat yang dikurniakan Allah SWT:

"Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih"”. (Ibrahim [14]:7)

Sebenarnya Nikmat ni adalah satu ujian yang diberikan oleh Allah S.W.T pada hamba-hambanya kat dunia ni..dari sini lah Allah s.w.t dapat menguji sejauh mana keimanan seseorang hambanya..Manusia ni sebenarnya seorang yang cepat pelupa..bila dalam keadaan senang, manusia seringkali alpa pada Allah s.w.t tetapi bila di dalam keadaan susah, barulah manusia ingat pada-NYA..tidakkah ini satu penipuan kita terhadap pencipta kita??tidak malukah kita bila di dalam keadaan susah, kita menangis, bersujud, sehinggakan kita lupa untuk makan minum meminta pertolongan dari Allah s.w.t..masa ni, kita menyerahkan sepenuh jiwa dan raga kita untuk mengabdikan diri kita pada-NYA..

Malangnya apabila Allah s.w.t memakbulkan permintaan kita, kita semakin lupa kepada-NYA..daripada cukup sembahyang lima waktu sehari, menjadi 3 atau 2 kali sehari atau terus meninggalkannya..daripada seorang yang selalu berzikir, menjadi terus lupa..kalau dahulunya seorang yang rajin berpuasa, sekarang tidak lagi berpuasa..ah, begitu mudahnya manusia ini melupakan pada Allah s.w.t..Padahal Dia tak pernah lupakan hamba-hambanya..

Sebenarnya, orang-orang seperti ini, adalah golongan orang yang tak mensyukuri nikmat yang Allah s.w.t. Golongan ini diuji oleh Allah s.w.t untuk mengetahui sejauh mana kekuatan iman dalam diri kita..Hanya orang-orang yang kuat saja tabah dalam menjalani ujian Allah s.w.t. Sebagai contoh, kalau dahulu, kita seorang yang kurang berada tetapi pada masa itu kita kuat beribadat, seringkali berpuasa sunat, rajin menderma mengikut kemampuan yang ada dan seorang yang taat pada perintah Allah s.w.t

Olehkerana taatnya kita pada Allah s.w.t, maka dia permurahkan rezeki kita..dari seorang peniaga kecil-kecilan, menjadi seorang usahawan berjaya, dikenali dan kaya raya.. Di sini lah Allah s.w.t menguji sekali lagi hambanya..Kalau kita seorang yang tidak pandai untuk mensyukuri Nikmat yang diberi, nescaya hidup/nikmat yang diberi pada kita tak akan berkekalan..

Akan tetapi, sekiranya kita senantiasa bersyukur dengan Nikmat yang diberi itu, maka Allah s.w.t akan menambahkan lagi rezekinya..begitulah layanan Allah s.w.t pada hamba-hambanya yang bersyukur..penyayangnya Allah s.w.t pada kita semua..

Imam Ghazali pernah berkata, 'Nikmat ini seperti haiwan liar'.. ini bermaksud, kita terpaksa tambat ( mengikat) nikmat tu supaya tak lari ( tak hilang).. mengikat yang dimaksudkan itu adalah bersyukur.. kerana dengan bersyukur saja, nikmat tu akan bertambah dan berkekalan..

kalau nak dihitung mengunakan pengiraan, beginilah caranya:

Bersyukur = Nikmat+Nikmat

Bersyukur+Bersyukur = Nikmat+Nikmat+Nikmat

Bersyukur+Bersyukur+Bersyukur = Nikmat+Nikmat+Nikmat+Nikmat

Bersyukur+Bersyukur+Bersyukur+Bersyukur = Nikmat+Nikmat+Nikmat+Nikmat+Nikmat


Subhannalah!! Begitu banyaknya kalau dihitung secara matematik..betapa penyayang Allah s.w.t pada hambanya yang bersyukur dengan nikmat yang diberikan..



“Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat lalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).” (Ibrahim [14]:34)




1 pengkritik tak diundang:

Hilzam Badri Hakimi said...

bersyukur dgn apa yg ada.... yep!